“Nak, cukup jadi anak yang sholeh/hah untuk bisa membahagiakan kami”

Tadi sore saya asyik bercerita. Kawan masa kecil saya dulu, banyak yang sudah jadi dokter, ada yg lanjut studi di universitas ternama, beberapa sudah dapat pekerjaan tetap yg bergengsi, bahkan ada yg telah berprestasi hingga ke luar negeri..

Ibu saya tiba2 memotong: “Nak, tidak harus menjadi seperti mereka untuk membuat kami bangga. Cukup kamu jadi anak sholihah saja, itu jauh lebih membahagiakan kami. Hanya anak sholihah yg bisa mempersembahkan syurga, anak sukses belum tentu bisa”

(dikutip dari status seorang sahabat)

dan Untukmu….” Nak, Cukup jadi anak yang sholeh/hah untuk bisa membahagiakan kami”