Nasehat Iman

“Hai, Ghulam,” sabda Nabi pada suatu ketika kepada Abdullah bin ‘Abbas, “Aku akan mengajarkan kepadamu suatu kalimat.”

Lanjut Rasulullah bersabda, “Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatinya di hadapanmu. Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”

“Ketahuilah, jika seandainya suatu umat bersatu untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu, kecuali apa yang telah dituliskan Allah Ta’ala untukmu.” Lanjut Rasulullah, “Dan jika mereka bersatu untuk membuat satu bahaya kepadamu, niscaya tidak akan membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah dituliskan Allah Ta’ala kepadamu.”

(dikutip dari http://kisahikmah.com/hadits-yang-membuat-sebagian-ulama-pingsan/ )

RENUNGAN ….

ratusan-ribu-jamaah-muslim-india-shalat-subuh-di-masjid-_110407091003-381

RENUNGAN …..

Wahai anakku …
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID.

Betapa banyak orang yg kaya raya tidak sanggup utk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melkukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitasdi Eropa,Australia ataupun Amerika.

Mampu melangkahkan kaki ke Jepang,cina dan Korea dgn semangat yg membara,namun ke masjid, tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh, walaupun telah bergelar Dr. Filsafat

Pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menakluki puncak Gunung Guntur Garut dan Cikuray garut juga Everest pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid.

Alasan mereka pun beragam. Ada yg berkata sebentar lagi, ada yg berkata takut dikata alim.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.

Karena Bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid.

Biar ku beritahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan utk menemui Rabmu. Itulah perjalanan yg diajarkan oleh nabi serta perjalanan yg akan membedakanmu dengan orang-orang yg lupa akan Rabnya.

Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu.

“Nak, cukup jadi anak yang sholeh/hah untuk bisa membahagiakan kami”

Tadi sore saya asyik bercerita. Kawan masa kecil saya dulu, banyak yang sudah jadi dokter, ada yg lanjut studi di universitas ternama, beberapa sudah dapat pekerjaan tetap yg bergengsi, bahkan ada yg telah berprestasi hingga ke luar negeri..

Ibu saya tiba2 memotong: “Nak, tidak harus menjadi seperti mereka untuk membuat kami bangga. Cukup kamu jadi anak sholihah saja, itu jauh lebih membahagiakan kami. Hanya anak sholihah yg bisa mempersembahkan syurga, anak sukses belum tentu bisa”

(dikutip dari status seorang sahabat)

dan Untukmu….” Nak, Cukup jadi anak yang sholeh/hah untuk bisa membahagiakan kami”

JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH SAW

JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH SAW

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi (rindukan?) mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

1. Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajudnya.

2. Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu Subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin, tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4. Jaga shalat Dhuha, karena kunci rezeki terletak pada shalat Dhuha.

5. Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

6. Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah.”

7. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh kerana itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

Semoga bisa diamalkan. Aamiin.

Sumber : Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansur

Menjadi muslim seharusnya berkualitas

Gambar

 

http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ratusan-ribu-jamaah-muslim-india-shalat-subuh-di-masjid-_110407091003-381.jpg

 

 

“ Inna sholaati wanusukii wa mahyaya wa mamatii, lillahi robbil ‘aalaamiin”

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, seluruh hidupku dan matiku  hanya untuk ALLOH Tuhan semesta alam

 

Sesungunya disetiap sholat kita , kita telah berikrar hal demikian, maka pantaskah kita menghadap ALLOH dengan sholat dan ibadah  yang asal-asalan, menyerahkan hidup kepada ALLOH SWT dengan kehidupan yang dipenuhi dengan kemalasan dan tidak berkualitas, atau bahkan dipanggil menghadap ALLOH SWT dalam keadaan Suul khotimah.

Sepatutnya kita sadari, bahwa sesunguhnya sebagai  seorang muslim ikrar/ sumpah tersebut adalah sangat sakral, karena sumpah itu kita ikrarkan saat menghadap ALLOH SWT dan  berhubungan lansung  dengan ALLOH SWT.

Maka Seharusnyalah kita persembahkan kepada ALLOH SWT, sesuai dengan sumpah kita, sholat, ibadah, hidup, dan kematian yang terbaik dan berkualitas.

Jadilah muslim yang terbaik…

Tunggu ya….

Gambar

Masih ingat dengan postingan cerita tentang sholat….!

Mari kita renungkan bersama-sama,

Kita bahkan yang mengaku sholat lima waktu, yang sholatnya tidak pernah bolong, yang tidak pernah sekalipun meninggalkan perintah sujud kepada ALLOH, ternyata masih angkuh dan lalai.

Sering kita tidak menyadari, bahwa kita terlalau berani memberikan perintah tunggu kepada ALLOH

Ketika ALLOH memanggil melalui para muzzinnya “ Hayya ‘Alassholaah” (mari kita sholat), kita kita lancang sekali memberikan perintah tunggu kepada ALLOH.

“Tunggu ya, saya lagi meeting”

“Tunggu ya, saya lagi kerja”

“Tunggu ya, saya lagi makan”

Atau bahkan “Tunggu ya, saya lagi belajar”

Mari kita renungkan,

bahkan perkara dunia itu telah membuat kita lalai dari panggilan ALLOH.

Perkara dunia yang oleh ALLOH telah jamin kecukupannya untuk kita, telah membuat kita lalai dan risau memikirkannya.

Perkara dunia yang oleh Rosululloh diibratkan sebagai seonggok bangkai di jalanan, telah membuat kita terlalu lancang memberikan perintah tunggu kepada ALLOH.

Maka saya berpesan untuk anak-anakku dan untuk saudara-saudaraku yang saya cintai karena ALLOH.

“Bersungguh-sungguhlah kamu sholat, tapi jangan lupa kerja”

“Cari ALLOH dulu, ALLOH lagi, dan ALLOH terus”